Sukseskan Program Cetak 1.000 Sarjana, Pemkab Tabalong Gandeng UISI Gresik

Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menyampaikan penjajakan kerja sama dengan UISI dalam mensukseskan program mencetak 1.000 sarjana (foto: diskominfo tabalong)

sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong terus melakukan upaya mensukseskan program prioritas yaitu mencetak 1.000 sarjana.

Upaya ini dilakukan dengan kembali menggandeng perguruan tinggi yaitu Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) untuk penjajakan kerja sama.

Bacaan Lainnya

Penjajakan ini diawali dengan kunjungan Bupati Tabalong, H Muhammad  Noor Rifani bersama rombongan ke kampus yang berlokasi di Kompleks PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (19/07/2025).

Bupati menyampaikan rasa syukur bisa melakukan kunjungan dan memenuhi undangan UISIdan Politeknik Semen Indonesia di Gresik.

“Saya kira ini sesuai juga dengan potensi Kabupaten Tabalong, karena kita juga ada pabrik semen,” ucap sosok yang akrab disapa H Fani ini.

Ia berharap dapat segera melakukan kesepahaman, kerjasama untuk dapat mengirimkan putra-putri Tabalong berkuliah di perguruan tinggi yang berada di bawah pengelolaan Semen Indonesia Foundation (SMIF) ini.

Dijelaskan Haji Fani bahwa di Kabupaten Tabalong terdapat pabrik semen yang merupakan Penanaman Modal Asing (PMA), PT Conch. Namun sampai saat ini, daerah tidak memiliki perguruan tinggi teknik.

Karenanya dia berharap transfer of knowledge dari UISI atau pun Poltek Semen Indonesia, penting artinya agar daerah dapat memaksimalkan segala porensi yang dimiliki.

Kedatangan Bupati Tabalong disambut Wakil Rektor I UISI, Prof Dr Fahimah Martak, Wakil Rektor II UISI, Her Arsa Pambudi, Direktur Poltek SI Dr Erlina Diamastuti dan Perwakilan Pengurus Semen Indonesia Foundation, Adhi Wardhana SE MM.

“Sesuatu yang luar biasa bagi kami, kedatangan tamu yang hebat, Bupati yang berjuang ingin mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakatnya, sehingga nantinya kita bisa berkolaborasi, tdak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga di bidang penelitian,” kata Fahimah Martak.

Fahimah menyatakan mengetahui potensi yang ada di daerah. Demikian ia berharap akan semakin banyak putra dan putri Tabalong yang berkuliah di UISI maupun Poltek SI.

UISI disebutkan berkomitmen menjadi perguruan tinggi berbasis industri yang menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berperan sebagai perwujudan nyata di bidang akademis untuk masyarakat.

UISI didirikan untuk memberikan akses pendidikan melalui inovasi teknologi, penelitian dan pengabdian yang dapat secara langsung menjadi solusi bagi masyarakat yang berada di dalam dan di luar kota Gresik.

Dosen yang menjadi tenaga pengajarnya, disebutkan sebanyak 80 persen merupakan praktisi (tenaga ahli) di bidangnya, serta dalam proses belajar mengajar lebih banyak kegiatan praktik. (sah)

Pos terkait