Workshop Internet Positif, Diskominfo Tabalong Dorong Masyarakat Kuasai Literasi Digital

Diskominfo Tabalong menggelar Workshop Satu Desa Satu Free Wifi untuk UMKM di Aula Kantor Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak (foto: diskominfo tabalong)

sekata.id, TANJUNG – Workshop Satu Desa Satu Free Wifi untuk UMKM digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabalong, Rabu (22/10/2025).

Workshop kali ini mengusung tema Internet Produktif dilaksanakan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Tabalong berlangsung di Aula Kantor Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini juga langsung dimoderatori Kabid IKP Diskominfo Tabalong, Rully Febriansyah dengan narasumber Direktur Jikamaka Tabalong, Awiek Hadi Widodo.

“Melihat yang hadir di tempat ini, kami lihat hampir semuanya memegang handphone android. Karenanya bukan hal asing lagi bagi masyarakat desa ini berhubungan dengan internet,” ujar Rully, mengawali memandu kegiatan workshop.

Plt Kepala Diskominfo Tabalong, Eddy Suriyani menjelaskan, workshop ini agar masyarakat dapat semakin memahami dan mengerti dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Semoga dari workshop ini nanti masyarakat semakin mahir digital. Masyarakat mengerti literasi digital dan internet sehat,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, sebanyak 229 juta penduduk Indonesia saat ini terkoneksi internet, terkecuali yang tergolong tua dan masih balita.

“Berdasarkan indeks masyarakat digital yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital RI, bahwa Tabalong berada pada peringkat ketiga di Kalimantan Selatan dengan angka indeks 51,74 persen,” kata Eddy.

Ditambahkannya, produk digital di antaranya berupa sosial media, streaming, e-commerce (jual beli di internet), website, Artificial Intelligence (AI) dan lainnya.

“Soal literasi digital, kompetensi literasi digital, etika di ruang digital, digital memangkas batas, sosial media safety serta digital skill,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kasiau Raya, Adha Riyadi mengatakan, selama ini pihaknya terus berupaya memaksimalkan perluasan jaringan internet di desa setempat agar tidak lagi dicap sebagai salah satu desa blankspot.

“Apalagi sekarang masyarakat dalam fase kecanduan handphone dan internet. Sehingga kami berupaya keras agar masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan sinyal,” kata Adha.

Ia juga mengungkapkan, sistem digital yang baik akan mempermudah akses dalam pelayanan pemerintahan dan dalam aspek pemasaran.

“Mudah-mudahan di tahun 2026, kita siap. Juga termasuk rencana kami menyiapkan staf khusus untuk sistem digital desa. Terima kasih Diskominfo,” ungkapnya.

Di lain pihak, Direktur Jikamaka Tabalong, Awiek Hadi Widodo menyampaikan, pentingnya digital culture melalui penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam dunia digital.

“Sesuatu itu tergantung cara penyampaiannya. Baik maksudnya belum tentu penyampaiannya, komunikasinya baik,” ucapnya.

Terakhir, Awiek juga menambahkan, dirinya pernah menjadi narasumber dalam pelatihan hidroponik di Desa Kasiau Raya.

Sehingga dalam kesempatan kali ini sebagai ajang sharing dalam mempergunakan internet medsos supaya berdampak positif, bermanfaat untuk kebaikan.

“Awal yang penting dilakukan adalah membangun komunikasi kewirausahaan UMKM yang baik,” tambahnya. (sah)

Pos terkait