Penuh Inovasi, Empat Kepala Sekolah Dasar di Tabalong Lahirkan Metode Pembelajaran Siswa

Para Kepala SD di Tabalong yang penuh inovasi dalam menghadirkan metode pembelajaran bagi siswa (foto: sdn kabuau)

sekata.id, TANJUNG – Di tengah tantangan dunia pendidikan, kreativitas guru menjadi kunci dalam menghadirkan metode pembelajaran siswa yang bermakna.

Di Kabupaten Tabalong, ada empat Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang melahirkan ide-ide sederhana dan penuh inovasi untuk pembelajaran yang diperlukan siswa.

Bacaan Lainnya

Mulai dari pembelajaran melalui metode permainan kata, literasi digital, matematika ramah lingkungan hingga minat baca pun hadir.

Keempat inovasi ini di antaranya Boleh Susun Kata Apa Saja (Bos Kas) dari SDN Kabuau di Kecamatan Tanjung, Asik dengan Canva (Sikanca) dari SDN 2 Kapar di Kecamatan Murung Pudak.

Lalu, inovasi Daur Ulang Sampah Menjadi Alat Peraga Matematika Konkret (Dadampar) dari SDN 3 Hikun di Kecamatan Tanjung dan Belajar Menyusun Kata dan Membaca (Basusun Kaca) dari SDN Masukau di Murung Pudak.

Kepala Sekolah SDN Kabuau, Pitriadi mengatakan, inovasi Bos Kas ini lahir terinspirasi dari permainan papan Scabble yang dimodifikasi menyesuaikan usia siswa SD.

“Ini sebuah media pembelajaran berbentuk papan permainan huruf. Anak-anak belajar menyusun huruf menjadi kata bermakna sesuai tantangan guru,” katanya.

Tanpa disadari siswa yang senang dan tertawa mengikuti permainan menyusun kata melalui inovasi Bos Kas ini semakin memperkaya kosakata sekaligus memahami struktur kata.

“Program ini berhasil menciptakan suasana belajar yang santai namun efektif, menjadikan literasi bahasa terasa seperti permainan yang ditunggu-tunggu siswa setiap pekannya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kepala SDN 2 Kapar, Noviecka Wieyanthi mengungkapkan, perkembangan teknologi merupakan salah satu peluang untuk memperkuat literasi sehingga lahirlah inovasi Sikanca.

Metode pembelajaran berbasis digital yang memanfaatkan akun belajar.id melalui platform aplikasi Canva dalam proses belajar mengajar.

“Siswa tidak hanya membaca, tetapi juga berinteraksi dengan materi digital yang kami desain. Mereka belajar memahami isi teks, menyimpulkan dan menemukan informasi tersurat maupun tersirat secara kreatif,” ungkapnya.

Dalam penerapannya, hasilnya semakin meningkat minat membaca siswa dan kemampuan dalam memahami bacaan yang lebih terasah.

Sedangkan, Kepala SDN 3 Hikun, Rikhe Adriani menjelaskan, inovasi Dadampar ini dilatarbelakangi permasalahan sampah yang menumpuk di sekitar sekolah.

Sehingga masalah sampah ini diupayakan untuk mencari solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetap juga bermanfaat dalam proses pembelajaran.

“Dari pada terbuang botol plastik, kardus dan tutup galon,  kami olah menjadi media konkret untuk pembelajaran matematika. Anak-anak belajar mengukur, menghitung, dan memahami konsep abstrak secara nyata,” jelasnya.

Dengan inovasi ini, siswa tidak hanya memahami matematika lebih mudah, tetapi juga belajar tentang kepedulian lingkungan dan pentingnya mengelola sampah.

Sementara itu, Kepala SDN Masukau, Siti Arbanah menyampaikan, rendahnya minat baca siswa menjadi faktor muncul ide lahirnya inovasi Basusun Kaca yang bertujuan mengajak siswa bermain menyusun kata menjadi kalimat sambil berlatih membaca.

“Awalnya banyak siswa kesulitan merangkai kata. Namun dengan BASUSUN KACA, mereka merasa seperti bermain, dan akhirnya keterampilan membaca mereka meningkat,” ucapnya.

Siti menambahkan, program ini secara perlahan memupuk kepercayaan diri siswa dalam membaca dan memahami teks, sehingga berdampak pada nilai literasi sekolah. (sah)

Pos terkait