sekata.id, TANJUNG – Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Tabalong menandatangani komitmen kinerja dalam rangka melaksanakan tata kelola pemerintahan dan alokasi dana desa agar tepat sasaran.
Penandatanganan komitmen kinerja Kades se-Kabupaten ini digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong di Pendopo Bersinar, Pembataan, Murung Pudak, Selasa (21/04/2026).
Selain itu, juga ada penyerahan penghargaan bagi 71 desa yang mendukung program prioritas Tabalong Smart yaitu Satu Desa Satu Wifi melalui pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Smart.
Kegiatan penandatanganan komitmen kinerja ini dihadiri 139 orang terdiri dari 12 camat, 121 Kades dan 6 orang Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Kepala DPMD Tabalong, H Adityapula Nugraha menjelaskan, penandatanganan komitmen ini dalam rangka membangun sinergi dan kolaborasi yang harmonis dalam mendukung program Tabalong Smart.
“Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen pemerintah desa dalam mendukung program prioritas daerah, meningkatkan kinerjanya serta mendorong percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat,” katanya.
Para kepala desa juga diharapkan bisa mempercepat realisasi program prioritas di antaranya pembangunan RTH Smart, pelatihan tenaga terampil, ketahanan pangan, satu data desa.
Kemudian, pembentukan serta pengelolaan bank sampah, jalan dan jembatan, gema jalin, implementasi posyandu 6 bidang SPM, percepatan penurunan stunting, penanggulangan kemiskinan serta program strategis lainnya di tingkat desa.
Sementara itu, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengapresiasi upaya para kades yang mendukung percepatan pembangunan di tingkat desa salah satunya pembangunan RTH Smart.
“Saya kira, ini merupakan hasil kolaborasi kita semua. Tadi saya juga dapat laporan selain RTH Smart, juga melaksanakan pelatihan-pelatihan, ini investasi sumber daya manusia di desa,” ucapnya.
Ia juga meminta agar masing-masing desa bisa mengelola bank sampah untuk mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang bisa meningkatkan PAD.
“Jadi, sampah yang dikelola akan dijadikan RDF, nanti dijual ke PLTU seperti PT Conch, PT MSW, mereka siap menampung, offtaker (pembeli siaga) sudah jelas, di Tabalong ada tiga PLTU,” mintanya.
Diketahui, dari total 121 desa di Tabalong, sebanyak 71 desa sudah membangun RTH Smart, sementara 50 desa lainnya masih dalam proses. Dengan demikian, capaian saat ini mencapai 58,68 persen. (sah)






