sekata.id, TANJUNG – Kontingen Kabupaten Tabalong menurunkan puluhan atletnya yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Selatan 2026,
Setidaknya ada sebanyak 90 atlet, didampingi 15 orang pelatih ataupun ofisial yang akan berlaga dalam ajang Popda Kalsel yang berlangsung pada 18 sampai 24 Mei 2026 di Kota Banjarmasin.
Kesiapan kontingen Tabalong ini ditandai dengan pelepasan para atlet yang dilepas secara resmi Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani di halaman Kantor Bupati, Jumat (08/05/2026) pagi.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Tabalong, H Zulfan Noor mengatakan, puluhan atlet ini akan mengikuti empat cabang olahraga (cabor) dari tujuh cabor beregu yang dipertandingkan.
“Ada empat cabang olahraga yang diikuti terdiri dari sepak bola putra, bola voli putra putri, bola basket putra putri, dan sepak takraw putra putri. Atlet berasal dari tingkat SMP dan SMA,” katanya.
Zulfan mengungkapkan, fasilitas yang didapat para atlet berupa penginapan, konsumsi selama bertanding, transportasi, perlengkapan kontingen, hingga uang harian.
“Kemudian ditambah bonus bagi peraih medali dalam ajang Popda Kalimantan Selatan kali ini,” ungkap Zulfan.
Di kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan, seluruh atlet setiap cabor agar dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Saya ingin kalian bertanding dengan sungguh-sungguh, tampil maksimal, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar para atlet tidak takut menghadapi lawan, namun tetap menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki.
“Percayalah pada hasil latihan dan kerja keras yang selama ini sudah dijalani,” ucapnya.
Sosok yang akrab disapa H Fani ini menambahkan, bagi atlet peraih medali akan diberikan bonus sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan, kerja keras, dan dedikasi yang sudah diberikan untuk Tabalong.
Adapun bonus bagi peraih medali emas dengan rincian untuk sepak bola Rp30 juta, bola voli Rp25 juta, bola basket Rp25 juta, dan sepak takraw Rp15 juta, bahkan berkesempatan mendapatkan beasiswa.
“Jadi perak dan perunggu tidak kami bacakan dulu supaya kalian semangat, jadi di pikiran kalian bagaimana caranya untuk meraih emas,” tambahnya. (sah)






