Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Digital, Kepala SDN 2 Hikun Terapkan Program Pendikar

Peningkatan kualitas pembelajaran di SDN 2 Hikun yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital (foto: sdn 2 hikun)

sekata.id, TANJUNG – Peningkatan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital menjadi upaya menciptakan pembelajaran yang modern, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kondisi ini, SDN 2 Hikun merancang sebuah program atau inovasi Penerapan Digitalisasi Kelas Reguler (Pendikar).

Bacaan Lainnya

Inovasi ini didukung oleh kepala sekolah, dewan guru, peserta didik, komite sekolah, dan wali murid sebagai bentuk kolaborasi dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Kepala SDN 2 Hikun, Muhammad Munawar Aulia Hamdi mengatakan, inovasi ini memanfaatkan Google Workspace for Education, perangkat digital, jaringan internet, serta pelatihan penggunaan teknologi.

“Sekolah saat ini dituntut untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Inovasi Pendikar ini upaya kami untuk menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang melibatkan seluruh warga sekolah,” katanya, Kamis (04/06/2026).

Pelaksanaan awal dalam inovasi ini dimulai dengan identifikasi permasalahan pembelajaran yang masih dominan menggunakan metode tradisional.

Selanjutnya dilakukan sosialisasi bagi seluruh stakeholder sekolah mengenai pentingnya penerapan pembelajaran digital bagi peserta didik.

Awar menjelaskan, pelatihan dalam penggunaan Google Classroom terhadap guru yang akan menjadi media pembelajaran virtual.

“Jadi, proses pembelajaran, penugasan, komunikasi, dan pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terintegrasi,” jelas.

Tahapan awal pengembangan pada 2025 yang mulai diterapkan melalui pengembangan kelas digital pada dua kelas.

Hasilnya, guru mulai terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajaran dan kepala sekolah dapat melakukan monitoring pembelajaran secara langsung melalui kelas virtual.

Memasuki 2026, pengembangan inovasi ini diperluas dengan menambah menjadi empat kelas yakni kelas 4A, 4B, 5A, dan 5B.

“Kami juga memperkuat kompetensi guru dalam bidang teknologi dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI),” ungkapnya.

Lebih lanjut, guru juga diberikan pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan berbagai layanan digital seperti AutoCrat, Google Looker Studio, Google Form, Google Spreadsheet, serta platform kecerdasan buatan seperti Gemini dan ChatGPT.

Guru dilatih menyusun prompt yang efektif untuk membantu penyusunan administrasi pembelajaran, perangkat ajar, media pembelajaran, dan pengelolaan data sekolah.

Selain itu, inovasi Pendikar dikembangkan melalui pembuatan aplikasi sekolah sederhana, dashboard digital, media pembelajaran interaktif, dan game edukatif yang bertujuan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

“Penggunaan teknologi tersebut menjadikan pembelajaran lebih menarik, kolaboratif, kreatif, dan mudah dipantau oleh kepala sekolah maupun wali murid,” lanjut Awar.

Melalui pengembangan inovasi ini, Pendikar tidak hanya menjadi sarana digitalisasi kelas reguler, namun berkembang menjadi langkah transformasi menuju sekolah model digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Diketahui, keberadaan inovasi Pendikar memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi digital guru, kualitas pembelajaran, efektivitas pengawasan sekolah, serta terciptanya budaya pembelajaran berbasis teknologi di SD Negeri 2 Hikun. (sah)

Pos terkait