sekata.id, TANJUNG – Status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan di Kabupaten Tabalong resmi diperpanjang.
Perpanjangan ini berdasarkan hasil Rakor penetapan status siaga darurat karhutla dan kekeringan di Ruang Kerja Bupati Tabalong Lantai II, Rabu (04/11/2026).
Rakor dipimpin Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, turut diikuti Sekda Tabalong, Hj Hamida Munawarah, Wakapolres, Kompol H Hasanuddin, Pasi Ops Kodim 1008/Tabalong, Kapten Inf Dwi Prayitno, Kasi Intel Kejari Tabalong, Hanis Aristya Hermawan.
Sebelumnya, Pemkab Tabalong menetapkan status siaga darurat karhutla dan kekeringan Nomor: 100.3.3.2/367/KUM/2026 tertanggal 19 Agustus sampai 31 Oktober 2026.
Kali ini status siaga darurat karhutla dan kekeringan diperpanjang mulai 4 November sampai 31 Desember 2026 sebagai upaya mengantisipasi penanggulangan bencana.
Kalak BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi mengatakan, perpanjangan status kebencanaan ini karena Pemprov Kalimantan Selatan sudah menetapkan perpanjangan status sampai 31 Desember 2026.
“Juga ada terkait penggunaan dana Banpres penanganan karhutla bahwa bagi kabupaten/kota yang sudah habis masa berlaku status daruratnya, diperpanjang sampai 30 Desember dalam rangka penggunaan anggaran sesuai peraturan yang berlaku,” katanya.
Selama perpanjangan status siaga bencana ini, pihaknya akan melakukan penanganan apabila ada laporan yang masuk dalam Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) serta berkolaborasi dengan pihak Kodim dan Polres hingga di tingkat desa.
Sedangkan untuk situasi bencana karhutla di Tabalong mulai melandai karena tidak adanya laporan dengan kondisi cuaca yang saat ini mulai cerah tanpa adanya kabut asap.
“Situasi saat ini dalam keadaan menurun atau melandai dan kita lihat beberapa saat ini tidak ada laporan masuk terkait kebakaran lahan, juga kondisi cuaca baik itu ISPU maupun kecerahannya. Dapat kita lihat bahwa masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” jelas Haris.
Diketahui, sebaran hotspot mulai 1 Januari sampai 3 November 2026 ada sebanyak 1.553 titik, per 2 November 2026 kejadian karhutla ada sebanyak 204 kali dengan luasan lahan mencapai 526,76 hektare.
Sementara untuk penanggulangan bencana kekeringan, BPBD Tabalong bersama pemangku kepentingan lainnya mendistribusikan air bersih sebanyak 1.792.000 liter. (sah)






