Pemkab Tabalong Raih Penghargaan Jamsostek Award Tingkat Kalsel 2026

Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf menerima penghargaan Jamsostek Award tingkat Kalimantan Selatan 2025 (foto: prokopim tabalong)

 

sekata.id, TANJUNG – Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf menerima penghargaan dalam Penganugerahan Jamsostek Award tingkat Kalimantan Selatan tahun 2025 di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, Senin (26/10/2026).

Bacaan Lainnya

Penghargaan ini diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, H Muhammad Syarifuddin kepada Wabup Habib Taufan didampingi Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto, serta Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnaker Tabalong, Raudhatul Jannah.

Penganugerahan ini diberikan atas komitmen dan keberhasilan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja.

Kemudian, perlindungan bagi petani, pedagang, hingga pengemudi ojek online di Kabupaten Tabalong yang menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja.

Pemkab Tabalong dianugerahi sebagai Pemenang Jamsostek Award 2025 kategori Pemerintah Kabupaten/Kota tingkat Kalsel. Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk memperluas perlindungan yang direncanakan penambahan kuota dari sekitar 40.000 menjadi 42.000 orang pada 2027.

Wabup Tabalong mengatakan bahwa pekerjaan berikutnya yaitu menjaga keberlanjutan program agar para penerima manfaat perlindungan semakin luas dirasakan masyarakat.

“Ini merupakan bentuk nyata kerja pemerintah daerah memberikan kepastian perlindungan,” kata sosok yang akrab disapa Habib Taufan ini.

Ia juga menjelaskan, kelompok masyarakat yang menjadi sasaran perlindungan BPJS Ketenagakerjaan mencakup petani, pekerja UMKM, pengemudi ojek online, dan pedagang serta pegiat keagamaan, termasuk kaum hingga pelayan keagamaan lintas agama.

Program perlindungan jaminan sosial ini masuk dalam program prioritas Tabalong Smart, yaitu Tabalong Pasti Sehat yang menjadi bagian dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Jangkauan lintas mata pencaharian ini memperlihatkan kebutuhan perlindungan yang beragam. Selain itu, pekerja di luar hubungan kerja formal juga membutuhkan kepastian perlindungan ketika menghadapi risiko dalam bekerja.

“Karena itu, penghargaan ditempatkan sebagai penyemangat untuk meningkatkan pelayanan. Tujuan yang hendak dicapai tetap berada pada masyarakat: semakin banyak pekerja terlindungi dan semakin berkelanjutan program yang mereka terima,” jelasnya.

Wabup menyebut kuota perlindungan pekerja rentan di Tabalong saat ini sekitar 40.000 orang. Pemerintah daerah merencanakan penambahan 2.000 orang melalui APBD induk 2027, sehingga kuotanya menjadi sekitar 42.000 orang.

“Program ini akan kita lanjutkan. Saat ini kuotanya masih sekitar 40.000. Insyaallah tahun depan akan kita tambah 2.000,” sebutnya.

Harapan untuk memperluas cakupan juga diarahkan pada perubahan anggaran. Namun, Taufani menegaskan bahwa upaya tersebut tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah.

Rencana penambahan kuota menjadi langkah lanjutan setelah penghargaan diterima. Pemerintah daerah perlu menjaga kesinambungan perlindungan sekaligus membuka ruang bagi lebih banyak pekerja rentan untuk dijangkau.

Perhatian Tabalong kembali pada para pekerja yang menjalankan kesehariannya di kebun, pasar, jalan, dan tempat usaha. Di sanalah manfaat program diharapkan terus tumbuh melalui pelayanan yang semakin baik dan perlindungan yang semakin luas. (sah)

Pos terkait