sekata.id, TANJUNG – Program Bupati Bagana di Desa (Bunga Desa) kembali dilaksanakan di Desa Paliat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Senin (04/08/2025) siang.
Sebelumnya Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani melaksanakan program Bunga Desa ini ke Desa Bumi Makmur, Kecamatan Bintang Ara beberapa waktu yang lalu.
Program tersebut dilaksanakan yang bertujuan untuk berdialog dan menyerap aspirasi masyarakat setempat serta memastikan tujuh program prioritas Tabalong Smart berjalan sampai ke tingkat desa.
Dalam kesempatan itu, Bupati meninjau program makan bergizi gratis dari Bank Kalsel, perpustakaan keliling, kegiatan gerakan literasi sekolah, penanaman bibit jagung ketahanan pangan dan lainnya.
Selain itu, ada dibuka pelayanan publik seperti perekaman atau perubahan data administrasi kependudukan, pembayaran pajak PBB, Samsat Keliling, SIM Keliling hingga cek kesehatan gratis.
Sosok yang akrab disapa H Fani ini juga menyerahkan sejumlah bantuan antara lain Alsintan Pertanian, Pengembangan Cabai Tiung, RS Rutilahu, Usaha Ekonomi Produktif, Santunan Bencana Alam hingga bantuan Beasiswa Berprestasi dari desa.
Camat Kelua, H Fariduddin mengatakan, pemberian beasiswa berprestasi bagi para pelajar ini merupakan inisiatif dari masing-masing desa.
“Pemberian beasiswa yang didanai oleh desa di Kecamatan Kelua,” katanya.
Ia mengungkapkan, besaran yang diberikan masing-masing desa di Kelua ini bervariasi mulai Rp400 ribu sampai Rp500 ribu perorang.
“Rata-rata dari desa di Kelua ini menganggarkan dan nilainya bervariasi mulai Rp400 ribu sampai Rp500 ribu perorang bagi yang berprestasi. Penerima jumlah beasiswa ini di semua desa ada 671 orang,” ungkapnya.
Sementara, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menyampikan apresiasi para kepala desa dan camat yang telah berkolaborasi, bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat.
“Program-program kami ini banyak didukung para kepala desa, tadi saya menyerahkan beasiswa. Kami baru memulai, kepala desa sudah duluan, sangat luar biasa. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ucapnya.
H Fani juga mengakui bahwa inovasi maupun pemikiran para kepala desa, sangat luar biasa dengan melakukan pemberian beasiswa tersebut.
“Saya harus mengakui bahwasanya inovasi ataupun pemikiran mereka jauh dari saya. Kalau saya baru saja memikirkan di APBD perubahan, tetapi para kepala desa sudah cepat memikirkan,” ujarnya. (sah)






