Cegah Stunting, Obesitas dan Tingkatkan Cakupan Imunisasi, Puskesmas Ribang Hadirkan Tiga Inovasi

Petugas kesehatan Puskesmas Ribang melakukan pemeriksaan status gizi dan edukasi kepada masyarakat (foto: puskesmas ribang)

sekata.id, TANJUNG – Puskesmas Ribang di Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan berbagai inovasi.

Ada tiga inovasi yang dihadirkan meliputi Tekan Stunting Dengan Alarm dan Edukasi Ibu Beri ASI (Kantin ASI) yang digagas Imelda Saputri, Kartu Pantau Tekan Obesitas (Kau Pantas) yang digagas Erdi Yani dan Sertifikat Imunisasi Dasar Anak Aktif Datang Kembali (Sikat Dasi) yang digagas Nana Aprilia Yulianti.

Bacaan Lainnya

Kepala Puskesmas Ribang, Ahmad Rusydiani, mengatakan ketiga inovasi merupakan bentuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dilakukan sejak dini, terutama dalam upaya pencegahan stunting, penyakit menular maupun penyakit tidak menular.

“Ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dimulai sejak dini berupa pencegahan stunting, penyakit menular dan tidak menular. Hal ini merupakan cerminan derajat kesehatan pada masyarakat,” katanya, Selasa (11/08/2026).

Kantin ASI merupakan inovasi yang hadir untuk menjawab masih tingginya tantangan stunting, salah satunya yang berkaitan dengan kurangnya pemberian ASI eksklusif dan pola pemberian makanan yang tidak sesuai.

Kantin ASI dirancang untuk memastikan bayi mendapatkan haknya atas ASI eksklusif. Inovasi ini juga menyasar berbagai kendala yang dihadapi ibu, mulai dari kurangnya pengetahuan, kesibukan hingga minimnya dukungan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, petugas terlebih dahulu melakukan penjaringan terhadap ibu yang baru melahirkan, kemudian ibu diberikan edukasi mengenai ASI dan cara menyusui yang benar.

Selanjutnya, petugas membantu menyetel alarm pada telepon genggam ibu dengan pengingat setiap dua hingga tiga jam. Pemantauan dan tindak lanjut juga dilakukan melalui grup WhatsApp Kantin ASI serta memantau status gizi bayi melalui kegiatan Posyandu.

Inovasi tersebut menunjukkan dampak terhadap penurunan angka stunting. Berdasarkan data yang disampaikan, angka stunting turun dari 11,8 persen pada 2024 menjadi 6,5 persen pada 2026. Di sisi lain, pemberian ASI eksklusif juga meningkat dari 77 persen menjadi 90 persen.

Melalui Kantin ASI, Puskesmas Ribang berharap ibu dapat lebih teratur memberikan ASI, meningkatkan produksi ASI, serta membantu meningkatkan status gizi anak sehingga kebutuhan gizi optimal dapat terpenuhi.

Berikutnya, inovasi Kau Pantas sebagai bagian dari perhatian terhadap persoalan obesitas melalui inovasi Kartu Pantau Tekan Obesitas atau Kau Pantas.

Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi tersebut berisiko memicu berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi dan gangguan jantung.

Melalui Kau Pantas, Puskesmas Ribang berupaya melakukan pencegahan sejak dini dengan pemantauan status gizi sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Tujuan inovasi ini di antaranya memantau status gizi masyarakat secara terstruktur, memberikan peringatan dini terhadap risiko obesitas, mendorong perubahan perilaku hidup sehat melalui edukasi, serta menekan angka obesitas melalui intervensi yang tepat sasaran.

Pelaksanaan Kau Pantas dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pencatatan data atau skrining, pemantauan secara berkala, analisis risiko, edukasi dan konseling, hingga tindak lanjut.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal. Selain menekan angka obesitas, Kau Pantas juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat peran Puskesmas dalam pencegahan penyakit tidak menular.

Sedangkan, inovasi Sikat Dasi bertujuan meningkatkan kepatuhan dan kunjungan ulang orang tua dalam melengkapi imunisasi dasar anak.

Melalui Sikat Dasi, anak yang telah mengikuti imunisasi diberikan sertifikat atau bentuk penghargaan. Sertifikat tersebut sekaligus menjadi media pengingat bagi orang tua mengenai jadwal imunisasi berikutnya.

Sasaran inovasi ini adalah seluruh bayi dan balita yang mendapatkan pelayanan imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Ribang. Hingga April 2026, sebanyak 42 anak telah memperoleh sertifikat imunisasi dasar lengkap dan mengikuti jadwal imunisasi secara aktif.

Sementara itu, jumlah sasaran bayi di wilayah kerja Puskesmas Ribang mencapai 52 bayi. Dengan demikian, cakupan kebermanfaatan inovasi Sikat Dasi mencapai 87,6 persen.

Capaian tersebut menunjukkan inovasi Sikat Dasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepatuhan kunjungan imunisasi sekaligus mendukung keberhasilan cakupan imunisasi dasar lengkap.

Melalui inovasi tersebut diharapkan antusiasme masyarakat terhadap imunisasi semakin meningkat, edukasi kesehatan semakin kuat, dan cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerjanya terus bertambah.

Ketiga inovasi ini menjadi bagian dari upaya Puskesmas Ribang dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis pencegahan, dengan melibatkan masyarakat secara aktif sejak tahap awal kehidupan hingga upaya pencegahan penyakit tidak menular. (sah)

Pos terkait