Kader Posyandu se-Kecamatan Kelua Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas

Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani membuka secara resmi bimtek peningkatan kapasitas pembina, pengurus dan kader posyandu se-Kecamatan Kelua (foto: prokopim tabalong)

sekata.id, TANJUNG – Para pembina, pengurus dan kader Posyandu Desa se-Kecamatan Kelua di Kabupaten Tabalong mengikuti bimbingan teknis di Hotel Jelita Tanjung, Senin (30/06/2025).

Bimtek peningkatan kapasitas pembina, pengurus dan Kader Posyandu Desa se-Kelua ini dilaksanakan selama dua hari mulai 30 Juni sampai 1 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Bimtek tersebut secara resmi dibuka Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, Achmad Rahadian Noor dan Camat Kelua, H Fariduddin.

Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kelua, H Huzairin mengatakan, sebanyak 112 orang yang merupakan perwakilan 11 desa di Kelua.

“Peserta kegiatan berjumlah 122 orang yang terdiri dari perwakilan 11 desa di Kecamatan Kelua. Pesertanya seluruhnya perempuan,” katanya.

Ia juga berharap, para peserta dengan serius mengikuti bimtek peningkatan kapasitas pembinaan pengurus dan kader posyandu dengan baik.

“Semoga bisa diterapkan dan dilaksanakan pada PKK masing-masing desa,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengungkapkan, Posyandu merupakan menjadi ujung tombak pelayanan dasar masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak.

“Namun, seiring perkembangan zaman dan kompleksitas kebutuhan masyarakat, fungsi Posyandu kini mengalami transformasi yang lebih luas,” ungkapnya.

Menurutnya, bimtek peningkatan kapasitas pembina, pengurus hingga kader posyandu ini menjadi sangat penting agar dalam pelayanan ke masyarakat lebih efektif.

Pasalnya hal itu sebagai langkah strategis agar para pelaksana Posyandu dapat memahami tugas, fungsi,dan metode pelayanan yang sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat saat ini.

Saya juga mengajak para seluruh Kepala Desa untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan Posyandu di wilayah masing-masing,” ujar H Fani.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif dari pemerintah desa sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan posyandu 6 SPM, termasuk dalam alokasi anggaran dan dukungan teknis yang dibutuhkan.

“Mari kita jadikan Posyandu sebagai wajah dari pelayanan publik yang responsif, inklusif, dan partisipatif,” tambahnya. (sah)

Pos terkait