sekata.id, TANJUNG – Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (10/04/2026).
Dalam kunjungan kerja ke TPS3R Menteng Atas ini, sosok yang akrab disapa H Fani ini didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong, Erfin Nirza Siregar beserta jajarannya.
Dalam kunjungan ini, Pemkab Tabalong ingin mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi, khususnya penggunaan mesin pemilah sampah otomatis yang mampu mengolah sampah organik dan anorganik menjadi produk bernilai guna.
Salah satunya sistem pengelolaan sampah terpadu ini melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang menghasilkan bahan bakar alternatif bagi industri.
Menurut Bupati, fasilitas TPS3R Menteng Atas merupakan contoh praktik pengelolaan sampah modern yang berpotensi direplikasi di Tabalong.
Pasalnya, hal itu mampu mengurangi volume sampah secara signifikan hingga menyisakan residu akhir dalam jumlah minimal sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
“Alhamdulillah hari ini kami mengunjungi TPS3R Menteng Atas untuk mempelajari teknologi pengolahan sampah yang mampu memisahkan sampah organik dan anorganik menjadi residu serta teknologi RDF yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produk RDF ini juga memiliki peluang pemanfaatan yang jelas di antaranya oleh PLTU maupun industri yang sudah ada di Tabalong seperti PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW), PT Tanjung Power Indonesia (TPI) dan PT Conch South Kalimantan Cement.
Selain menghasilkan bahan bakar alternatif, pengolahan sampah organik juga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, dan pertamanan di Tabalong.
Sehingga, model pengelolaan seperti ini menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan pengelolaan persampahan terpadu di Tabalong ke depan, tidak hanya dari sisi lingkungan tetapi juga dari sisi ekonomi daerah.
“Kami berharap penerapan teknologi seperti ini nantinya tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan di Kabupaten Tabalong, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang berpotensi mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas H Fani.
Lebih lanjut, penguatan sistem pengelolaan sampah di Tabalong akan dilakukan secara terintegrasi melalui berbagai program unggulan, antara lain Gerakan Masyarakat Jaga Lingkungan (Gema Jalin) menuju Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Kemudian, sosialisasi pemilahan sampah di sekolah-sekolah, perangkat daerah, kawasan perumahan hingga rumah tangga.
“Upaya ini diarahkan pada hilirisasi pengelolaan sampah agar timbulan sampah tidak hanya berkurang, tetapi juga memiliki nilai manfaat ekonomi bagi daerah,” lanjutnya.
Ditambahkannya, kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Tabalong dalam mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah menuju pengelolaan berbasis teknologi dan ekonomi sirkular.
“Pengelolaan ini yaitu mengubah limbah yang tidak dapat didaur ulang secara material menjadi bahan bakar alternatif bernilai energi dan berkelanjutan,” tambahnya. (sah)






