sekata.id, TANJUNG – Sebanyak 128 peserta mengikuti pelatihan dasar pengoperasian alat berat tahap II dan III yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong.
Pelatihan alat berat ini secara resmi dibuka Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani yang ditandai dengan pengulangan id card peserta di Aston Tanjung City Hotel, Senin (08/09/2025).
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pelatihan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja lokal.
“Dengan memberikan keterampilan mengoperasikan alat berat, kita membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ucapnya.
Menurutnya, pelatihan keterampilan ini menjadi salah satu langkah nyata mengurangi angka pengangguran bahkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini juga sejalan dengan program prioritas yang sedang dijalankan yakni mencetak 15.000 tenaga terampil,” ujarnya.
Sosok yang akrab disapa H Fani ini juga berharap dengan diberikan kompetensi yang mumpuni, para peserta akan menjadi tenaga terampil yang siap berkontribusi untuk kemajuan daerah khususnya dalam sektor konstruksi dan pertambangan.
“Kita tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan industri, tetapi menjadi pelaku utama yang berdaya saing tinggi,” ungkapnya.
Plt Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto mengatakan, pelatihan alat berat kali ini untuk tahap II dan III yang masing-masing ada empat kelas.
Pelatihan ini juga ada terdapat empat kejuruan yaitu pelatihan operator dump truck, ekskavator, wheel loader dan forklift.
“Pelatihan tahap II ini dilaksanakan empat kejuruan. Bulan Oktober nanti akan kami laksanakan lagi 4 kelas (tahap III) kejuruan pelatihan operator alat berat selanjutnya,” katanya.
“Sebanyak 19 orang dari 128 orang peserta atau 15 persen dari peserta yang mengikuti pelatihan adalah warga yang terdaftar pada aplikasi Silangkarr,” katanya.
Hady menambahkan, pola pelatihan masih sama tahap sebelumnya dengan bekerja sama dunia usaha dalam penyediaan instruktur dan materi.
“Peserta setelah pelatihan akan mendapatkan sertipikat BNSP sesuai dengan kejuruan yang mereka ikuti,” tambahnya. (sah)






