sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) berhasil meraup pendapatan mencapai ratusan juta rupiah.
Besaran uang tersebut dari hasil lelang kendaraan barang milik negara (BMD) atau aset daerah dalam Lelang Serentak Harat Banar (LSHB) 10.10 bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Selatan dan Tengah (DJKN Kalselteng).
Lelang ini dilakukan secara online melalui website resmi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) https://lelang.go.id dengan cara open bidding atau terbuka.
Ada sebanyak 10 mobil dan 100 motor yang dilengkapi meliputi meliputi kendaraan KLX, King, Thunder, Supra, Revo dan Shogun. Sementara mobil ada Kijang, Katana GX, Innova, Avanza, dan pikap dalam kondisi rusak yang bervariasi.
Kepala BPKAD Tabalong, H Husin Ansari melalui Kabid Pengelolaan Aset Daerah, Samsu Alam mengatakan, hasil pendapatan dalam lelang kali ini sebesar Rp617.624.000.
“Dari nilai limit penjualan sebesar Rp 421.274.000 ada kenaikan sebesar Rp196.350.000 atau 46,6 persen dari nilai limit penjualan,” katanya saat ditemui ke ruang kerjanya, Rabu (15/10/2025).
Ia mengungkapkan, setidaknya ada 109 unit kendaraan roda dua dan empat yang laku terjual dari jumlah 110 unit aset daerah yang dilelang atau 99,09 persen.
“Jadi hanya satu kendaraan roda 4 yang tidak ada penawaran saat lelang berjalan,” ungkap Samsu.
Dijelaskannya, lelang kendaraan ini sebagai wujud dari transparansi pengelolaan barang milik daerah dan tata kelola aset daerah.
“Kami harap masyarakat semakin memahami bahwa lelang BMD itu tidak hanya menjual barang bekas, tetapi merupakan upaya mewujudkan tata kelola aset yang semakin profesional dan transparan,” jelasnya.
Terakhir, Samsu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati serta DJKN Kalselteng termasuk masyarakat yang turut serta mensukseskan lelang kali ini.
“Kami berharap kedepannya sinergitas dan kerja sama yang sudah terjalin dengan baik ini bisa semakin ditingkatkan, sehingga tata kelola aset milik daerah di Tabalong semakin baik,” tutupnya. (sah)






