sekata.id, TANJUNG – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Hayup di Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong menggunakan media pembelajaran Kantong Semar.
Kantong Semar akronim dari Kegiatan Berhitung Perkalian Asyik dan Menarik yang merupakan alat peraga buatan guru dalam pembelajaran Matematika, khususnya pada materi perkalian.
Guru kelas II SDN 4 Hayup, Linda Novita Sari menjelaskan, media pembelajaran ini sudah. diterapkan sejak Februari 2024 lalu.
Media ini didasari oleh kebutuhan untuk membantu peserta didik memahami salah satu kompetensi dasar, yaitu menjelaskan perkalian bilangan cacah dengan hasil sampai 100 dalam kehidupan sehari-hari.
“Seharusnya, dengan diajarkannya materi tentang perkalian, peserta didik dapat memahami konsep dasar seperti mengaitkan perkalian dengan penjumlahan berulang,” jelasnya, Senin (06/07/2025).
Rendahnya kompetensi yang masih rendah ini terlihat dari hasil ulangan harian pada materi perkalian di tahun ajaran 2023 2024.
Dari 11 peserta didik, hanya 4 siswa atau 35 persen yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65, sementara 7 siswa lainnya atau 65 persen masih berada di bawah KKM. Rendahnya capaian ini mendorong perlunya solusi dalam metode pembelajaran.
Setelah dilakukan identifikasi penyebab, ditemukan bahwa salah satu faktor utama rendahnya hasil belajar adalah kurangnya kreativitas dalam proses pembelajaran. Materi disampaikan secara abstrak, tanpa bantuan alat peraga yang menarik dan mampu membantu siswa memahami konsep perkalian secara visual dan konkret.
Menurut Linda, hal tersebut yang mendasari media pembelajaran Kantong Semar dibuat untuk membantu peserta didiknya belajar perkalian.
Media ini dibuat dari gelas plastik bekas yang dibentuk menyerupai kantong, berfungsi sebagai wadah, dan stik sebagai isi, untuk menyelesaikan soal perkalian.
Alat peraga ini terdiri dari 10 kantong semar (terbuat dari gelas plastik) dan 100 stik sebagai isinya. Dua kata kunci dalam penggunaannya adalah wadah dan isi—di mana gelas plastik sebagai wadah, dan stik sebagai elemen yang digunakan dalam proses berhitung.
“Selain itu, alat ini juga dirancang semenarik mungkin agar dapat meningkatkan motivasi siswa selama proses pembelajaran,” ujarnya.
Dengan menggunakan Kantong Semar, siswa dapat memahami konsep perkalian melalui visualisasi yang lebih konkret. Pembelajaran pun menjadi lebih menyenangkan, interaktif dan efektif sehingga berdampak positif terhadap peningkatan ketuntasan belajar peserta didik. (sah)






