sekata.id, TANJUNG – Masyarakat di Desa Bumi Makmur, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, masih terkendala fasilitas transportasi khususnya bagi pelajar sekolah.
Fasilitas transportasi ini sangat diperlukan bagi pelajar yang ingin pergi bersekolah kerena jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal mereka.
Akibat tidak ada fasilitas tersebut menyebabkan beberapa pelajar yang kurang mampu harus putus sekolah di tengah jalan karena tidak memiliki kendaraan.
Itulah salah satu permasalahan dan keluhan masyarakat yang disampaikan saat dialog bersama Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani pada program Bupati Bagana di Desa (Bunga Desa) ke Bumi Makmur, Rabu (30/07/2025).
Keluhan itu pun langsung mendapat tanggapan dari sosok yang akrab disapa H Fani tersebut. Ia menjelaskan, bahwa pihaknya akan menyiapkan angkutan sekolah.
“Ada beberapa yang susah tempatnya untuk menuju ke sekolah, kami akan menyiapkan daerah terpencil ini angkutan pelajar,” jelasnya.
Ia juga berharap, dengan disiapkannya angkutan pelajar khususnya di Desa Bumi Makmur tidak lagi ada anak-anak yang putus sekolah.
“Pada artinya tadi masih ada beberapa kendala dari anak-anak sekolah yang masuk bersekolah ternyata transportasi agak susah, jadi kami akan siapkan itu,” ungkap H Fani.
Sementara, Kepala Desa Bumi Makmur, Exy Setyawati menambahkan, pelajar yang yang putus sekolah ini tidak terlalu tinggi hanya ada satu sampai dua orang.
“Hanya sekitar satu atau dua orang karena memang ada satu anak desa yaitu di undul yang akses jalannya sulit untuk menjangkau ke bawah (sekolah),” tambahnya. (sah)






