Masyarakat Soroti Anggaran Rehab Toilet DPRD Tabalong Capai Rp1,49 Miliar, Sekwan Tegaskan Belum Dikerjakan

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong (foto: sah/sekata.id)

sekata.id, TANJUNG – Rencana anggaran pemeliharaan rehab fasilitas toilet atau WC di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong disoroti masyarakat dikarenakan biayanya mencapai miliaran rupiah.

Pagu anggaran rehab toilet ini menelan angka sebesar Rp1.496.160.600 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tabalong 2026.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal itu, Sekretaris DPRD Tabalong, Ady Fajar memberikan penjelasan terkait pagu anggaran miliaran rupiah untuk rehab toilet kantor dewan.

Ia menjelaskan bahwa fasilitas toilet di gedung Kantor DPRD Tabalong secara keseluruhan sebanyak 37 buah yang kebanyakan kondisinya sudah tidak layak difungsikan atau digunakan.

“Ini masih rencana pagu yang tersedia di dokumen rencana anggaran, belum perencanaan detail oleh konsultan perencana, sehingga sangat mungkin hasil perencanaan dan realisasinya tidak sampai besaran itu,” jelasnya, Sabtu (09/05/2026).

Selain itu, terkait besaran rencana anggaran ini, pihaknya juga memastikan bahwa proses pemeliharaan rehab toilet ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Prosesnya sedang dilakukan pemeriksaan pendahuluan atau probity audit pihak Inspektorat, nanti akan dikeluarkan advice dan rekomendasi sebagai acuan, baru nanti bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, keberadaan kantor anggota dewan bukan hanya sekadar untuk menempatkan para anggota legislatif dan sekretariat, juga menjadi fasilitas pelayanan bagi masyarakat.

Bahkan, kantor dewan juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan mulai rapat dengar pendapat (RDP), rapat internal hingga penyampaian aspirasi dengan jumlah kehadiran yang cukup banyak.

Kondisi ini membuat fasilitas toilet yang baik dan layak pakai sangat dibutuhkan serta toilet pria dan wanita disiapkan secara terpisah.

Sehingga pihaknya ingin melakukan pemeliharaan rehab toilet yang kondisi saluran pembuangannya buntu dan lainnya.

“Jadi kebutuhan fasilitas toilet sangat penting dalam memberikan pelayanan yang baik. Jadi masyarakat bisa berkunjung ke kantor DPRD untuk melihat langsung kondisi riil,” kata Ady.

Ditambahkannya, sampai saat ini proses pelaksanaan pemeliharaan rehab seluruh toilet di kantor DPRD Tabalong masih belum dikerjakan.

“Kami rencananya meminta dilakukan probity audit agar tahapannya mendapat pendampingan dan rekomendasi sesuai ketentuan,” tambahnya. (sah)

Pos terkait