sekata.id, TANJUNG – SMPN 3 Murung Pudak di Kabupaten Tabalong terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan melalui pelaksanaan Program Adiwiyata.
Program ini dilaksanakan secara terencana, berkelanjutan, dan terintegrasi dalam seluruh aktivitas sekolah dengan mengangkat lima isu prioritas lingkungan hidup.
Kelima isu prioritas ini di antaranya kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, konservasi air, serta konservasi energi. Program ini menjadi bagian dari rencana pengembangan sekolah selama empat tahun.
Kepala SMPN 3 Murung Pudak, Teti Misnawati mengatakan, program adiwiyata bukan sekadar memenuhi persyaratan penilaian, tetapi sebagai upaya membangun karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Kami ingin membentuk budaya sekolah yang peduli lingkungan sehingga seluruh warga sekolah terbiasa menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat,” katanya, Senin (06/07/2026).
Pelaksanaan program adiwiyata di SMPN 3 Murung Pudak memfokuskan pada penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan rutin maupun insidental.
Adapun penerapan PRLH dengan kegiatan rutin ini seperti membangun budaya bersih dan sehat, mengoptimalkan pengelolaan sampah, melestarikan keanekaragaman hayati, membudayakan hemat air, menghemat energi untuk masa depan, serta terintegrasi dalam pembelajaran.
Dalam upaya membangun budaya bersih dan sehat yang dimulai dari aspek kebersihan serta sanitasi, sekolah membiasakan seluruh warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan piket kelas, Jumat Bersih, kerja bakti lingkungan, serta pemeliharaan fasilitas sanitasi.
Upaya tersebut didukung dengan penyediaan sarana kebersihan yang memadai sehingga tercipta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Lalu, mengoptimalkan pengelolaan sampah, SMPN 3 Murung Pudak mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang bekas menjadi produk yang bernilai guna.
“Berbagai kampanye pengurangan sampah juga dilakukan melalui poster, slogan lingkungan, media sosial sekolah, dan kegiatan edukatif lainnya,” ungkap Teti.
Selanjutnya, melestarikan keanekaragaman hayati, sekolah mengembangkan berbagai area penghijauan, taman edukasi, apotek hidup, serta melakukan penanaman berbagai jenis tanaman lokal.
Lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai laboratorium alam sehingga peserta didik dapat belajar secara langsung mengenai pentingnya menjaga kelestarian flora dan fauna di sekitar mereka.
Kemudian, membudayakan hemat air, warga sekolah dibiasakan menggunakan air secara bijaksana, melakukan pemantauan penggunaan air, perawatan saluran drainase, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga sumber daya air sebagai kebutuhan pokok kehidupan.
Selain itu, budaya hemat energi untuk masa depan, pihaknya juga menggalakkan gerakan hemat listrik dengan membiasakan mematikan lampu, kipas angin, LCD proyektor, dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan.
“Pemanfaatan cahaya alami pada siang hari juga menjadi salah satu langkah sederhana yang diterapkan untuk mengurangi konsumsi energi,” lanjutnya.
Ditambahkannya, keunggulan program adiwiyata di SMPN 3 Murung Pudak tidak hanya terlihat pada kegiatan fisik di lingkungan sekolah, tetapi juga diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran.
Guru menyusun modul ajar yang mengaitkan materi pelajaran dengan isu-isu lingkungan hidup sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus membangun karakter peduli lingkungan.
“Kami secara berkala melaksanakan monitoring dan evaluasi Program Adiwiyata untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Terakhir, pembentukan kader Adiwiyata, pelaksanaan ekstrakurikuler peduli lingkungan, penyediaan media publikasi lingkungan, serta kerja sama dengan berbagai instansi dan masyarakat juga menjadi bagian dari strategi penguatan program.
Melalui berbagai upaya tersebut, SMPN 3 Murung Pudak berharap mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, nyaman, serta membentuk generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Dengan semangat kolaborasi seluruh warga sekolah, Program Adiwiyata di SMPN 3 Murung Pudak diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik pendidikan lingkungan hidup di Kabupaten Tabalong sekaligus mendukung terwujudnya sekolah yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan. (sah)






