Cegah Animea dan Kekurangan Energi Kronis, Puskesmas Banua Lawas Hadirkan Dua Inovasi Layanan Kesehatan

Bimtek inovasi Mama Deau Ngemjl dan Si Mama Cantik di Puskesmas Banua Lawas yang melibatkan unsur Forkopimcam (foto: puskesmas banua lawas)

 

sekata.id, TANJUNG – Puskesmas Banua Lawas di Kabupaten Tabalong meluncurkan dua inovasi sebagai komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.

Bacaan Lainnya

Dua inovasi ini yaitu Makan Kurma dan Zat Besi untuk Mencegah Anemia pada Ibu Hamil (Mama Desi Ngemil) serta Sistem Pemantauan pada Ibu Hamil dan Catin KEK (Si Mama Cantik) yang digagas Rahmadah.

Kedua inovasi ini bentuk penguatan pelayanan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan status gizi ibu sejak masa pranikah hingga kehamilan sebagai upaya menurunkan angka anemia, kekurangan energi kronis (KEK), serta mencegah stunting pada generasi mendatang.

Kepala Puskesmas Banua Lawas, dr. H. Himawan Indaryanto, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, juga pada upaya pencegahan sejak dini.

Menurutnya, anemia dan KEK masih menjadi tantangan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan, hingga stunting pada bayi.

“Jadi kami menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat pendampingan kepada ibu hamil dan calon pengantin,” ujarnya, Selasa (11/08/2026).

Inovasi Mama Desi Ngemil merupakan program pemberian dan pendampingan konsumsi buah kurma yang dikombinasikan dengan Tablet Tambah Darah.

Program ini ditujukan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan diperluas kepada calon pengantin sebagai langkah pencegahan anemia sebelum memasuki masa kehamilan.

Selain itu, kombinasi kurma dan Tablet Tambah Darah diharapkan mampu membantu meningkatkan kadar hemoglobin sekaligus mengurangi keluhan mual yang sering dialami ibu hamil saat mengonsumsi tablet zat besi.

Buah kurma dipilih karena memiliki kandungan vitamin, mineral, dan serat yang baik untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Selain kaya nutrisi, kurma juga membantu mengurangi rasa mual dan muntah sehingga ibu hamil lebih patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, konsumsi kurma secara rutin selama dua minggu menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin sekitar 0,5 g/dL, sehingga inovasi ini dinilai mampu mendukung pencegahan anemia secara efektif.

Sedangkan, Si Mama Cantik difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama masa pranikah dan kehamilan.

Inovasi ini menggunakan media leaflet edukasi yang dilengkapi dengan tabel pemantauan konsumsi makanan harian sehingga ibu hamil maupun calon pengantin dapat mencatat pola makan setiap hari.

Media tersebut dipilih karena sederhana, murah, mudah digunakan, dan dapat disesuaikan dengan potensi pangan lokal di masing-masing wilayah.

Melalui Si Mama Cantik, petugas kesehatan dapat melakukan pemantauan secara berkala terhadap pola konsumsi makanan sasaran.

Setiap ibu hamil mencatat jenis makanan yang dikonsumsi sesuai tanggal pada leaflet, kemudian hasilnya dievaluasi setiap bulan oleh tenaga kesehatan.

Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif sasaran dalam menjaga status gizinya sekaligus memudahkan petugas memberikan edukasi maupun tindak lanjut apabila ditemukan risiko KEK.

Melalui kedua inovasi ini, Puskesmas Banua Lawas dapat menjadi contoh praktik yang baik dalam pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas yang dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (sah)

Pos terkait