sekata.id, TANJUNG – Forum penyampaian hasil kajian potensi penumpang dan kargo transformasi udara serta rute penerbangan di Bandara Warukin, Kabupaten Tabalong digelar di Hotel Mercure Jakarta Pusat, Jumat (13/02/2026).
Forum ini merupakan salah satu upaya mempercepat aktivasi Bandara Warukin Tabalong yang akan menjadi penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam forum ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan yakni Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, Ketua DPRD Tabalong, Bupati Barito Timur, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, perwakilan Kementerian Perhubungan RI, Kepala Dishub Tabalong, Tumbur P Manalu serta Kepala Dishub Paser.
Lalu, dari dunia usaha yang turut mengikuti forum ini perwakilan PT Adaro Indonesia, PT Alamtri Resources Indonesia, PT Putera Perkasa Abadi dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama. Sementara dari pihak maskapai, hadir Pjs Vice President Airport-Training PT Pelita Air Service serta Chief Commercial Officer Fly Jaya.
Konsultan PT Fistlight, Aldyto Wahana selaku penyusun dokumen hasil studi menyampaikan bahwa besarnya potensi industri di Tabalong dan wilayah sekitarnya menjadi pertimbangan strategis dalam pengoperasian kembali Bandara Warukin.
Aktivasi bandara ini dinilai akan meningkatkan mobilitas pelaku usaha, memperlancar koordinasi antarinstansi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah seperti Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah hingga Paser.
Dalam paparan studi juga disampaikan simulasi perhitungan tarif berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, termasuk komponen tuslah, PPN, dan Airport Tax.
Dengan asumsi penggunaan pesawat berkapasitas 30 penumpang, estimasi tarif rute yang dapat dilayani di antaranya penerbangan Warukin–Banjarmasin sekitar Rp734.000, Warukin–Balikpapan sekitar Rp900.000, Warukin–Jakarta (Bandar Udara Halim Perdanakusuma) Rp3.300.000 serta Warukin–Surabaya Rp2.000.025.
Di kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan, pengembangan operasional Bandara Warukin mendapat sambutan positif dan dukungan luas dari seluruh pihak yang hadir.
Pasalnya, keberadaan bandara telah menjadi kebutuhan strategis yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi, sekaligus meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat Tabalong dan daerah sekitarnya karena waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat.
Selain itu, langkah selanjutnya yaitu menindaklanjuti dengan pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak maskapai, dunia usaha dan pemerintah daerah di sekitar Tabalong.
“Tahun depan Pemerintah Kabupaten Tabalong mengupayakan penambahan panjang lintasan, saat ini 1.400 meter menjadi 1.600 meter sehingga pesawat Boeing juga dapat mendarat,” kata sosok yang akrab disapa H Fani ini.
Di lain pihak, Bupati Barito Timur, M Yamin menyampaikan turut mendukung penuh terhadap pengaktifan kembali Bandara Warukin.
“Operasional bandara akan mempercepat mobilitas masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia usaha, pariwisata, dan sektor-sektor lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, External Relation Division Head PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan menyatakan, pihaknya menyambut baik rencana reaktivasi Bandar Udara Warukin.
“Kehadiran bandara ini akan mendukung efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan,” ungkapnya Rinaldo.
Melalui forum strategis ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan maskapai penerbangan dapat segera terwujud guna mempercepat realisasi operasional Bandara Warukin sebagai simpul konektivitas baru dan pengungkit pertumbuhan ekonomi regional di Tabalong dan Kabupaten di sekitarnya. (sah)






