sekata.id, TANJUNG – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kabupaten Tabalong tahun 2027 digelar.
Musrenbang RKPD tingkat kabupaten ini secara resmi dibuka oleh Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani dan berlangsung di Pendopo Bersinar, Senin (30/03/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taifani Alkaf, Wakil Ketua I DPRD, H Mustafa, Wakil Ketua II DPRD, Hj Noor Farida, unsur Forkopimda, serta pejabat Pemkab Tabalong, dunia usaha, serta LSM.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Tabalong, H Arianto mengatakan, RKPD merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menjabarkan arah kebijakan dan sasaran RPJMD ke dalam prioritas pembangunan daerah.
Sehingga, RKPD menjadi instrumen operasional tahunan untuk mewujudkan target-target dalam RPJMD, serta menjadi dasar penyusunan APBD.
“Keberhasilan pelaksanaan RPJMD sangat bergantung pada konsistensi dan ketepatan perencanaan dalam RKPD setiap tahunnya,” katanya.
Menurut Arianto, Musrenbang RKPD menjadi wahana publik yang penting untuk membawa para pemangku kepentingan memahami isu-isu dan permasalahan pembangunan daerah.
Pasalnya, hal ini guna mencapai kesepakatan atas prioritas pembangunan untuk pemecahan berbagai masalah pembangunan daerah.
“Melalui Musrenbang ini penyelenggara pemerintahan bisa mendapatkan masukan dari publik dalam perumusan suatu kebijakan, maupun sebagai sarana menyosialisasikan kebijakan, serta sebagai wadah untuk melakukan pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menjelaskan bahwa Musrenbang ini merupakan ruang untuk menyatukan arah kebijakan pembangunan ke depan.
“Melalui Musrenbang, kita ingin memastikan perencanaan yang kita susun benar-benar berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat,” jelasnya.
Ia pun berharap agar seluruh perangkat daerah menyusun program secara cermat, memperhatikan prioritas, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Jadi, manfaatkan forum ini sebaik-baiknya, sampaikan ide, gagasan, dan masukan yang kondusif. Mari kita susun program yang tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga dapat diwujudkan dan memberikan dampak nyata,” harapnya. (sah)






