sekata.id, TANJUNG – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wirang di Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong terus mengupayakan menanamkan pendidikan karakter bagi peserta didiknya.
Upya tersebut dilakukan dengan program Pendekar Gambust (Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Membumikan Solawat dan Kalimat Toyyibah).
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Wirang, Norshadiqah menjelaskan, progam tersebut bertujuan agar peserta didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan amanah yang tertuang dalam tujuan Pendidikan Nasional Indonesia.
“Program ini hadir sebagai upaya membentuk peserta didik yang bertutur kata baik, sopan, dan santun. Selain itu, program ini juga bertujuan mengurangi kebiasaan berbicara kasar dan tidak pantas yang kerap terjadi di kalangan siswa,” jelasnya, Senin (07/07/2025).
Ia juga mengungkapkan, Pendekar Gambust ini sudah diterapkan sejak Januari 2024 yang secara konsisten dilaksanakan setiap pagi.
Seluruh peserta didik dikumpulkan di lapangan sekolah untuk bersama-sama melantunkan berbagai sholawat dan kalimat toyyibah.
Beberapa sholawat yang dibaca antara lain Sholawat Busyro, Tibbil Qulub, Nariyah, dan sholawat pendek lainnya. Kalimat toyyibah yang dilafalkan meliputi tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan sayyidul istighfar.
Norshadiqah menjelaskan, bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat membawa dampak positif dan negatif bagi siswa.
“Dampak negatif yang muncul antara lain peserta didik cenderung tidak mengenal dan menghafal sholawat serta kalimat toyyibah. Selain itu, banyak dari mereka terbiasa mengucapkan kata-kata kasar dan kotor yang diperoleh dari berbagai platform digital atau media sosial,” ungkapnya.
Diharapkannya, dengan nilai-nilai religius tersebut nantinya akan melahirkan peserta didik yang berkahlak mulia sesuai dengan amanat UUD 1945.
“Melalui program ini, kami berharap peserta didik dapat mengenal dan menghafal berbagai sholawat dan kalimat toyyibah, serta meningkatkan nilai religiusitas mereka. Secara tidak langsung, hal ini juga akan berdampak pada menurunnya kebiasaan berkata kotor dan kasus bullying di kalangan pelajar,” harapnya. (sah)






