sekata.id, TANJUNG – Kegiatan perpisahan menjadi momentum penting yang meninggalkan kenangan berharga setiap akhir masa sekolah.
Namun, tantangan utama yang muncul adalah masalah pembiayaan dan tidak semua siswa mampu membayar biaya perpisahan tepat waktu.
Ketergantungan kepada orang tua untuk pembayaran penuh kerap membebani sebagian keluarga siswa terutama bagi keluarga ekonomi ke bawah.
Melihat kondisi tersebut, muncul ide untuk mencari solusi bersama untuk bagaimana memulai menabung melalui program Sirup (Seribu Rupiah untuk Perpisahan).
Guru SMPN 6 Tanta, Hj Hana Maulina menjelaskan bahwa program Sirup ini tidak sekadar mengumpulkan dana, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab serta jiwa kewirausahaan pada siswa.
“Lewat program ini, siswa belajar mengatur keuangan dan berperan aktif dalam persiapan acara perpisahan mereka sendiri. Tabungan dikelola langsung oleh siswa dengan pendampingan dari wali kelas,” jelasnya, Rabu (09/07/2025).
Lebih lanjut, siswa juga diajak berkreasi dan mencari tambahan dana dengan cara menjual makanan ringan saat market day, membuat kerajinan dari barang bekas, serta mengumpulkan sampah anorganik untuk dijual ke pengepul.
“Aktivitas ini juga mendukung program Adiwiyata sekolah yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan,” lanjutnya.
Setelah diterapkan, program ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Siswa terbiasa menyisihkan uang harian, merasa memiliki terhadap kegiatan perpisahan, dan belajar pentingnya perencanaan jangka panjang.
Orang tua pun merasa terbantu karena tidak harus mengeluarkan dana besar sekaligus, dan guru tidak lagi terbebani oleh masalah pembayaran yang tertunda.
Program SIRUP telah mengubah pola pelaksanaan perpisahan di SMPN 6 Tanta menjadi lebih tertib, terencana dan berkarakter.
“Dengan pendekatan yang edukatif dan aplikatif, program ini dinilai layak dijadikan inspirasi bagi sekolah lain,” ujar Hana. (sah)






