sekata.id, TANJUNG – Para atlet Kabupaten Tabalong yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel XI tahun 2022, mulai menjalani pembinaan kebugaran jasmani di GOR Pendopo Bersinar, Pembataan, Senin (24/10/2022).
Pembinaan kebugaran jasmani itu tak hanya mendapat pengawasan langsung dari petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong, namun juga turut melibatkan salah seorang Dokter Pratama dari UPT Biro Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOP) Dinkes Kalsel, dr Made Widia Saraswari.
Sebelum mengikuti pembinaan kebugaran jasmani, menurut dr Made Widia Saraswari, ada beberapa tahapan yang harus dijalani para atlet mulai dari mendapat pertanyaan seputar amnanesa.
“Amnanesanya adalah misalkan apa ada penyakit penyerta atau segala macamnya,” ucapnya
Kemudian atlet akan diperiksa tekanan darah, suhu tubuh dan tanda – tanda vital lainnya.
Usai itu, atlet selanjutnya mengikuti pemeriksaan lab untuk mengetahui kadar gula darahnya. Kemudian dilanjutkan dengan tinggi dan berat badan.
Lingkar pinggang dan persentase lemak perut juga turut diperiksa oleh petugas.
“Setelah itu baru kita masuk skrening dokter. Dari skrening dokter nanti akan ditentukan apakah atlet ini layak tes atau tidak,” ungkapnya.
Jika sudah dinilai layak mengikuti tes kebugaran, atlet selanjutnya diarahkan mengikuti pemeriksaan kelenturan dan keseimbangan.
Setelah semua tahapan itu, atlet akan melakukan pemanasan untuk persiapan mengikuti beep test.
dr Made Widia Saraswari menjelaskan, Beep test yang maksud adalah lari sesuai dengan irama. Jika bunyi beep maka atlet harus berlari.
Beep test ini memiliki level. Semakin tinggi levelnya maka semakin tinggi hasilnya.
“Dari situ jadi patokan apakah atlet di sini bugar apa tidak. Jadi dari beep test ini bisa dilihat,” jelasnya.
Tak hanya mengikuti pembinaan kebugaran jasmani, dr Made Widia Saraswari juga mengingatkan untuk para atlet agar untuk waspada dengan kondisi cuaca yang saat ini tidak menentu.
“Latihan tetap jalan, tapi kondisi badan juga haus diperhatikan. Apalagi cuaca akhir – akhir ini kadang panas nanti tiba-tiba hujan,” ungkapnya.
Selain itu pelatih juga diingatkannya, jika melihat atletnya sedang tidak fit kondisinya bisa diberikan vitamin atau tambahan suplemen.
Latihanpun diharapkan untuk tidak berlebihan untuk menghindari resiko cedera.
Menjelang beberapa hari lagi Porprov latihan disarankan hanya untuk menjaga kebugaran.
“Misalkan ada atlet dari hasil kebugaran masih kurang boleh ditambah latihannya,” tuturnya. (arf)






