sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengupayakan untuk menangani penyakit menular tuberkulosis (TBC).
Penularan TBC yang sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin seseorang yang harus diwaspadai oleh kalangan masyarakat.
Kabid Penanggulangan Penyakit Dinkes Tabalong, dr Rapolo Manik mengatakan, TBC ini dapat disembuhkan dengan dilakukan pengobatan yang diberikan secara gratis.
“TBC ini dapat disembuhkan dan pengobatannya gratis,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (06/02/2026).
Selain itu, upaya penanggulangan TBC, pihaknya juga sudah menambah alat skrining untuk mendeteksi pasien yang terduga atau suspek TBC sebagai langkah antisipasi.
“Sebelum ada dua, jadi kita sudah ada lima alat deteksi yang akan mendeteksi penemuan secara genetik, kami juga ada alat ronsen portable,” ungkapnya.
Dijelaskannya, tingkat kerawanan yang mudah terpapar TBC tergantung status gizi, imunitas dalam tubuh seseorang yang rendah.
“Jadi status gizi, imunitas rendah sangat rawan seperti ibu hamil, bayi kurang gizi dan kurang gizi secara keseluruhan serta kalau lansia tergantung pola hidup,” jelas Rapolo.
Diketahui, penanganan TBC pada 2025 dengan melakukan skrining terhadap 2.400 orang terduga suspek, ada sebanyak 702 orang yang dinyatakan positif TBC. (sah)






