sekata.id, TANJUNG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong menggelar evaluasi dan peningkatan wawasan inovasi daerah di Pendopo Bersinar, Selasa (25/03/2025).
Dalam kegiatan tersebut sekaligus dilakukan penandatanganan kesepakatan dan komitmen bersama pelaksanaan budaya inovasi daerah di Tabalong antara Kepala SKPD dengan Bupati Tabalong.
Kegiatan evaluasi dan peningkatan wawasan inovasi daerah ini dihadiri Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Bapperida Tabalong, Arianto menyebutkan, setidaknya ratusan peserta yang terdiri dari kepala perangkat daerah dan sejumlah UPT di Tabalong.
“Jumlah peserta evaluasi dan peningkatan wawasan tentang inovasi daerah tahun 2025 sebanyak 865 orang,” sebutnya.
Menurut Arianto, kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian indeks inovasi daerah berdasarkan hasil yang dilaporkan pada aplikasi indeks inovasi daerah.
Selain itu, sebagai wadah untuk memotivasi seluruh stakeholder khususnya di lingkup Pemkab Tabaltuntik meningkatkan inovasi dalam memberikan pelayanan ke masyarakat serta mendorong penerapan Good Governance.
“Ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran kita semua untuk berbudaya inovatif dalam bidang pengetahuan dan teknologi, terutama peningkatan kinerja pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arianto.
Diharapkannya, seluruh aparat pemerintah dapat menjadi agen inovasi dengan terus mengembangkan inovasi dan inisiatif ekosistem inovasi di lingkungannya masing-masing.
Sementara itu, Bupati Tabalong, H M Noor Rifani mengatakan, bahwa inovasi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah di era yang serba dinamis sekarang.
“Tabalong sebagai salah satu daerah yang terus berbenah bahkan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” katanya.
H Fani menyampaikan, inovasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan juga tanggung jawab seluruh SKPD untuk bersama-sama menciptakan terobosan-terobosan baru yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Sehingga kegiatan tersebut menjadi penting untuk melakukan evaluasi terhadap capaian-capaian inovasi yang telah di laksanakan selama ini.
“Melalui kegiatan ini, kita juga berupaya meningkatkan wawasan dan kapasitas seluruh SKPD dalam merancang dan mengimplementasikan inovasi yang berbasis kebutuhan masyarakat serta berorientasi pada hasil yang nyata,” jelas H Fani.
Ia pun meminta kepada seluruh SKPD agar menjadikan kegiatan evaluasi ini untuk mempersiapkan diri dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025.
“IGA ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan refleksi dari sejauh mana kita telah berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat melalui berbagai program inovatif,” pinta H Fani. (sah)






