sekata.id, TANJUNG – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar sosialisasi disiplin aparatur sipil negara (ASN) di Aula Usman Dundrung BKPSDM setempat, Senin (17/11/2025).
Sosialisasi disiplin ASN ini terkait pembangunan budaya antikorupsi, penanganan benturan kepentingan, penegakan kode etik dan manajemen penjatuhan hukum disiplin melalui aplikasi Integritas Discipline System BKN (I-DIS).
Sosialisasi disiplin ASN ini juga disampaikan Kepala Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarbaru, Bajoe Loedi Hargono secara daring. Selain itu juga ada narasumber dari Kejari dan BKPSDM Tabalong.
Setidaknya ada sebanyak 85 ASN jajaran Pemkab Tabalong yang merupakan perwakilan masing-masing perangkat daerah hingga kecamatan yang mengikuti. Sosialisasi ini pun secara resmi dibuka Asisten Administrasi dan Umum Setda Tabalong, H Erwan.
Erwan mengatakan, bahwa sebagai ASN yang mengemban amanah pelayanan publik, dituntut untuk tidak hanya mampu bekerja secara profesional, juga menjunjung tinggi nilai dasar, kode etik dan kode perilaku.
Pasalnya, reformasi birokrasi yang sedang dijalankan tidak akan pernah berhasil tanpa integritas yang kuat dari para aparatur di dalamnya.
“Oleh karena itu, pemahaman mengenai potensi benturan kepentingan, bagaimana cara mencegah dan menanganinya, menjadi hal mutlak yang harus diketahui oleh setiap ASN,” katanya saat membacakan sambutan tertulis Bupati Tabalong.
Menurutnya, benturan kepentingan tidak selalu muncul dalam bentuk pelanggaran besar, namun sering kali dimulai dari hal kecil yang dianggap sepele.
Sehingga ASN harus memiliki moral yang kuat dan setiap keputusan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan publik, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok.
Selanjutnya, kode etik dan kode perilaku ASN juga merupakan pedoman penting yang harus dipahami dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kode etik bukanlah sekadar aturan, tetapi cerminan nilai dasar ASN: Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Nilai-nilai inilah yang harus melekat dalam setiap tindakan kita agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” ujar Erwan.
Ia pun mengajak para peserta agar menjadikan sosialisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat etos kerja, integritas dan disiplin ASN di Tabalong.
“Semoga dengan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi dan sistem penegakan disiplin, kinerja pemerintahan daerah semakin efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ajaknya. (sah)






