sekata.id, TANJUNG – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong terpaksa tertunda karena jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum.
Dari total 30 anggota DPRD Tabalong, hanya ada 11 orang yang hadir dari unsur pimpinan dan anggotanya di Ruang Sidang DPRD setempat, Jum’at (23/05/2025) siang.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi didampingi Wakil Ketua Tabalong I, H Mustafa dan turut dihadiri Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani.
Dalam paripurna ini dengan agenda penyampaian penjelasan Bupati Tabalong terhadap Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Selain itu, juga penyampaian penjelasan Bupati Tabalong terhadap perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2025.
Rapat Paripurna ini semula dijadwalkan dimulai 13.30 Wita, namun waktu rapat telah diundur hingga pukul 15.30 untuk menunggu kehadiran anggota lainnya. Hasilnya pun tidak mencukupi.
Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi mengungkapkan, dirinya tidak mendapatkan informasi atas ketidakhadiran anggota dewan lainnya.
“Iya betul, jadi tidak ada informasi yang disampaikan baik lewat WhatsApp, di grup internal pun tidak ada,” ungkapnya.
Riza menambahkan, pihaknya juga melalui Sekretariat Dewan sudah mengupayakan menghubungi seluruh fraksi yang ada, namun hasilnya nihil.
“Jadi paripurna ini ditunda dan akan digelar tiga hari kemudian atau menunggu jadwal yang ditetapkan Banmus (Badan Musyawarah) DPRD. Kami juga masih belum bisa memastikan untuk tanggal, hari dan jam berapa,” tambahnya.
Di sisi lain, Sekwan DPRD Tabalong, Abu Bakar menjelaskan, bahwa ada beberapa anggota dewan yang telah menginformasikan tidak bisa berhadir dalam rapat paripurna kali ini.
Anggota dewan sudah menginformasi ketidakhadirannya yang masing-masing ada tiga orang mengikuti Bimtek, satu orang izin memberangkatkan mertua pergi berhaji.
Kemudian, satu anggota dewan yang meminta izin dan satu anggota lainnya tidak bisa berhadir karena dalam melakukan perjalanan ibadah haji ke Mekkah.
“Sementara yang lain-lainnya, kami tidak mendapatkan informasi terkait dengan ketidakhadiran mereka,” jelas Abu.
Ia juga menegaskan, ketidakhadiran ini tidak ada permasalahan dengan undangan yang telah disampaikan ataupun hal lainnya.
“Kami kira tidak ada, kemungkinan ada kesibukan dan anggota yang tidak hadir ini tanpa alasan ini tugasnya dari masing-masing fraksi,” tegasnya. (sah)






