sekata.id, TANJUNG – Pelatihan gerakan dasar pengoperasian alat berat yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong resmi berakhir, Senin (25/08/2025).
Pelatihan ini pun secara resmi ditutup Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf dan turut hadir Plt Kepala Disnaker, Hadi Ismanto serta perwakilan perusahaan.
Pelatihan ini berlangsung selama sebulan lebih di Workshop Alat Berat Disnaker Tabalong di Kawasan Jalan Nan Sarunai, Kecamatan Murung Pudak.
Plt Kadisnaker Tabalong, Hadi Ismanto mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan selama 35 hari atau 280 JP dengan mengacu pada kurikulum dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.
“Peserta yang dilatih berjumlah 32 orang terdiri dari dua kelas yaitu kelas excavator dan kelas wheel loader,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, tahap selanjutnya akan dilaksanakan lagi delapan paket pelatihan yang nantinya pada tahap kedua.
Adapun untuk pelatihan yang disiapkan Disnaker Tabalong kembali ini yaitu pelatihan excavator, wheel loader, dump truck dan forklift dengan total peserta sebanyak 128 peserta.
“Pelatihan operator alat berat tahap dua yang akan kami laksanakan 4 paket berikutnya proses seleksinya sedang berlangsung dan akan kami laksanakan pada minggu kedua bulan September 2025 ini,” ungkapnya.
Hadi pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak perusahaan PT SIS, PPA dan Buma yang telah mendukung pelatihan tersebut.
“Kami berharap pelatihan-pelatihan selanjutnya akan terus didukung. Terlebih terhadap siswa yang telah dilatih dapat magang ataupun diserap,” ucapnya.
Di sisi lain, Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf meyakini para peserta yang telah mengikuti pelatihan tersebut sudah mendapatkan keahlian di bidang alat berat.
“Keberanian mereka sudah kita lihat sejenak saat mengoperasikan alat berat, Insyaallah ini bakal menjadi bahan atau modal mereka untuk bekerja di pertambangan,” katanya.
Dijelaskannya, walaupun pemerintah daerah sendiri belum melakukan kerja sama dengan perusahaan untuk wajib menerima peserta yang telah mengikuti pelatihan.
“Tetapi memang ada beberapa perusahaan yang telah berkomitmen kepada kita untuk menerima lulusan terbaik,” jelas Habib Taufan. (sah)






