sekata.id, TANJUNG – Gelaran Pekan Raya Tabalong 2025 dalam rangka memperingati hari jadi (Harjad) ke-60 Kabupaten Tabalong di Tanjung Expo Center telah berakhir.
Pekan raya ini digelar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Tabalong dengan menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tabalong dari 1 hingga 7 Desember 2025.
Kegiatan ini secara resmi ditutup Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani sekaligus penyerahan hadiah bagi stand instansi terbaik.
Para pemenang stand terbaik untuk kategori Pelayanan Terbaik diraih Dinkes Tabalong, kategori Penyajian Informasi diraih Disdikbud Tabalong, kategori Ramah Lingkungan diraih DLH Tabalong.
Kemudian kategori Pemasaran Produk Lokal atau UMKM diraih DKUPP Tabalong, kategori Inovatif dan Kreatif diraih BPBD Tabalong serta Favorit Pengunjung diraih PT AMTB Tabalong Bersinar Perseroda.
Kepala DKUPP Tabalong, Soleh mengatakan, pekan raya ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini juga upaya mendorong pemberdayaan, partisipasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta membantu pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal,” katanya.
Dalam kegiatan ini, DKUPP Tabalong melibatkan 199 instansi pemerintah provinsi dan kabupaten kota, BUMN, BUMD, perusahaan swasta serta para pelaku UMKM lokal.
Selama sepekan berlangsung, total perputaran uang ataupun jumlah transaksi pada Pekan Raya Tabalong 2025 mencapai sebesar Rp13,1 miliar.
“Sangat memuaskan tahun ini dibandingkan dengan tahun kemarin. Dengan keberhasilan ini, para pelaku UMKM Tabalong diharapkan untuk terus-menerus melakukan inovasi yang lebih kreatif lagi,” ujar Soleh.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sangat antusias berkunjung.
“Alhamdulillah selama tujuh hari acara ini, saya melihat begitu antusias datang ke sini. Ini sangat luar biasa,” ucapnya.
Terakhir, sosok yang akrab disapa H Fani ini juga mengapresiasi atas keterlibatan para pelaku UMKM dengan inovasi dan kreativitas meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Dengan inovasi, kreativitas mereka (UMKM) dan produk-produknya yang hampir Rp13 miliar yang laku ataupun terjual pada pameran kali ini,” tutupnya. (sah)






