sekata.id, TANJUNG – Admin penghubung pada SKPD dan Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR).
Bimtek SP4N LAPOR ini digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabalong, secara resmi dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabalong, H Abubakar Sidiq di Balai Dandung Suchrowardi, Senin (06/07/2026).
Kegiatan yang dimotori Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Tabalong ini diikuti 44 orang yang merupakan admin penghubung masing-masing SKPD dan Puskesmas.
Sedangkan, narasumber dalam bimtek ini disampaikan oleh Diskominfo Kalimantan Selatan tentang Pengelolaan SP4N LAPOR dan Kejari Tabalong tentang Pelaksanaan Pelayanan Publik melalui SP4N LAPOR.
Kepala Diskominfo Tabalong, Eddy Suriyani mengatakan, bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman teknis, dan kompetensi para admin dalam mengoperasikan dashboard SP4N-LAPOR! versi terbaru.
“Ini juga membangun sinergi lintas SKPD agar alur koordinasi berjalan lebih cepat dan mendorong peningkatan nilai indeks pengelolaan pengaduan pelayanan publik Tabalong,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pada periode 1 Januari sampai 30 Juni 2026 terdapat 111 total aduan terdiri dari 86 aduan selesai, 2 aduan diarsipkan, 22 aduan dalam proses tindak lanjut, serta 3 aduan belum ditindaklanjuti.
“Sedangkan, pada tahun 2025 terdapat 171 total aduan, dengan rincian 168 aduan selesai, 0 aduan diarsipkan, 3 aduan dalam proses tindak lanjut, 0 aduan belum ditindaklanjuti,” tambah Eddy.
Di kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabalong, H Abubakar Sidiq menyampaikan, SP4N-LAPOR! menjadi sarana penting yang menghubungkan masyarakat dengan pemerintah.
“Melalui sistem ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai masukan, keluhan, maupun laporan terkait penyelenggaraan pelayanan publik,” ucapnya saat membacakan sambutan tertulis Bupati Tabalong.
Menurutnya, peranan admin penghubung SP4N LAPOR sangat strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap laporan diterima, diverifikasi, diteruskan kepada unit yang berwenang, serta dipantau hingga memperoleh penyelesaian.
“Ketelitian, kecepatan, dan koordinasi yang baik akan sangat menentukan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Abu pun berharap, seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola SP4N LAPOR mulai dari pengelolaan laporan, penyusunan tindak lanjut, hingga penyelesaian pengaduan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Jangan hanya memahami aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga bangun komitmen untuk memberikan pelayanan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” harapnya. (sah)






