sekata.id, TANJUNG – Perkembangan teknologi yang saat ini semakin cepat menuntut para tenaga pendidik untuk dapat beradaptasi dalam menghadirkan metode pembelajaran kepada para siswa.
Guna menjawab tantangan pembelajaran di era digital ini, SMPN 2 Muara Harus di Kabupaten Tabalong menghadirkan inovasi pembelajaran yaitu Literasi Numerasi Sains Berbasis TIK (Lantik).
Inovasi ini dirancang salah satu Guru SMPN 2 Muara Harus, Novia Sari, dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi sains siswa, sekaligus implementasi Kurikulum Merdeka.
Novia mengatakan, pembelajaran berbasis TIK sebagai salah satu solusi untuk menciptakan proses pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada siswa.
“Jadi melalui inovasi Lantik ini, peserta didik didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif,” katanya, Selasa (14/07/2026).
Ia menjelaskan, dalam pembelajaran sains, siswa tidak hanya dituntut agar mampu menghitung, tetapi juga harus mempunyai kemampuan literasi yang baik dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Penerapan inovasi Lantik ini memanfaatkan berbagai perangkat digital, mulai dari akun belajar, media presentasi menggunakan Canva, Google Form, Google Lens, laboratorium digital, hingga aplikasi Quizizz sebagai media evaluasi dan permainan edukatif.
“Pemanfaatan teknologi ini agar siswa lebih aktif dalam mencari informasi, melakukan praktikum secara digital, serta mengikuti evaluasi pembelajaran melalui pemindaian QR Code. Guru juga berperan sebagai pendamping yang mengarahkan siswa dalam proses belajar,” jelasnya.
Ia juga menyebut, inovasi Lantik ini mendapat respons positif dari para guru lainnya di SMPN 2 Muara Harus dan antusiasme siswa sangat tinggi.
“Metode ini diadopsi menjadi salah satu program sekolah dalam mendukung digitalisasi pembelajaran,” sebut Novia.
Berdasarkan hasil capaian yang diperoleh sekolah, skor literasi meningkat sekitar 20 poin dibandingkan pada 2024, bahkan 90 persen siswa telah mencapai kompetensi minimum literasi.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari peningkatan nilai literasi dan numerasi, tetapi juga dari meningkatnya motivasi belajar siswa, partisipasi aktif di kelas, serta hasil belajar yang tercermin pada nilai rapor semester.
Selain memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, inovasi ini juga mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.
“Inovasi Lantik menjadi inspirasi bagi rekan guru lainnya untuk mengembangkan inovasi serupa di kelas masing-masing,” ujarnya.
Ditambahkannya, program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan Disdikbud Tabalong melalui program Tabalong Smart, sekaligus menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. (sah)






