sekata.id, TANJUNG – Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menandatangani perjanjian dan berita acara serah terima (BAST) pinjam pakai barang milik negara (BMN) dengan Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
Penandatanganan dan BAST untuk pinjam pakai BMN berupa aset eks PT Pertamina (Persero) lahan Bandar Udara (Bandara) Warukin yang berada di wilayah Kabupaten Tabalong, Selasa (24/02/2026).
Bupati Tabalong dan Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN, Purnama Tioria Sianturi menandatangani perjanjian tersebut yang disaksikan Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah, Tetik Fajar Ruwandari, Forkopimda Tabalong, Kepala Dishub Tabalong, Tumbur P Manalu, Kepala BPKAD Tabalong, H Husin Ansari serta perwakilan PT Pertamina VP Asset Optimization and Development beserta jajaran.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Keuangan Nomor 32/MK/KN/2026 tertanggal 28 Januari 2026 tentang Pinjam Pakai Barang Milik Negara yang berasal dari Aset Eks Pertamina kepada Pemkab Tabalong, berupa sebidang tanah seluas 111 hektare.
Bandara Warukin termasuk dalam kategori BMN yang berasal dari aset eks Pertamina sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 92/KK.06/2008 tentang Penetapan Status Aset Eks Pertamina sebagai Barang Milik Negara. Aset-aset eks Pertamina tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan memiliki nilai strategis nasional.
Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara DJKN menyampaikan bahwa skema yang diberikan saat ini adalah pinjam pakai, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap kebutuhan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya penyediaan transportasi udara.
Sehingga dengan skema ini dapat memenuhi kebutuhan Pemkab Tabalong dalam menyediakan layanan transportasi udara, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat konektivitas wilayah.
“Ke depan, tidak menutup kemungkinan statusnya dapat ditingkatkan menjadi hibah sesuai ketentuan yang berlaku, kami memahami bahwa Bandara Warukin memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, serta mendukung pengendalian inflasi dan penguatan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara,” ucapnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya pengamanan aset baik secara yuridis, fisik maupun administratif yang harus diperhatikan Pemkab Tabalong untuk melakukan koordinasi dengan Kantor Pertanahan setempat.
“Ini untuk memastikan tidak terjadi penerbitan sertifikat baru atau penguasaan ilegal di atas lahan tersebut, serta melakukan pemasangan tanda batas dan pengamanan fisik lainnya,” tegas Purnama.
Di kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Keuangan RI, DJKN, Kanwil DJKN Kalselteng serta PT Pertamina atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin.
Pasalnya, penandatanganan ini merupakan momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh Pemkab Tabalong, bahkan juga masyarakat hingga kabupaten-kabupaten sekitar Tabalong.
“Bandara Warukin memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi dan kesejahteraan masyarakat,” ucap sosok yang akrab disapa H Fani ini.
Menurutnya, pengoperasionalan kembali Bandara Warukin akan memberikan dampak signifikan bagi sedikitnya enam kabupaten di sekitar Tabalong yang memiliki keterkaitan investasi dan aktivitas ekonomi.
Akses perjalanan yang sebelumnya memakan waktu lima sampai enam jam, diharapkan dapat dipersingkat secara signifikan melalui jalur udara.
Selain itu, dokumen berita acara yang telah ditandatangani ini akan segera disampaikan kepada Kementerian Perhubungan RI sebagai dasar penerbitan surat keputusan terkait operasional Bandara Warukin.
Pemkab Tabalong menargetkan operasional bandara dapat dimulai kembali pada 2026 ini, sekaligus segera membuka komunikasi dengan pihak maskapai untuk mengaktifkan rute penerbangan.
Lebih lanjut, pihaknya juga merencanakan pengembangan infrastruktur bandara, termasuk penambahan panjang landasan pacu agar dapat melayani pesawat berbadan lebih besar, sehingga semakin memperkuat peran Bandara Warukin sebagai simpul konektivitas regional.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja sama dan sinergi yang lebih luas. Kami optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN, Bandara Warukin akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Tabalong dan sekitarnya,” ujar Bupati Tabalong. (sah)






