sekata.id, TANJUNG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong terus berupaya memperkaya pengadaan koleksi buku cetak.
Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu dan pelayanan di perpustakaan agar terciptanya budaya literasi yang maju di Bumi Saraba Kawa.
Kepala Dispersip Tabalong, Hj Norhayati mengatakan, buku sebagai pondasi utama budaya literasi menjadi sektor sangat penting yang merupakan sumber ilmu pengetahuan.
“Oleh karena itu agar tercipta kemajuan yang signifikan maka dunia perbukuan memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya, Kamis (16/10/2025).
Ia menambahkan, upaya tersebut juga sebagai salah satu cara membentuk karakter dalam menumbuhkan budaya gemar membaca.
“Dengan membaca maka wawasan akan semakin berkembang, pengetahuan bertambah serta dapat menumbuhkan kreativitas dan meningkatkan kualitas hidup,” tambahnya.
Di sisi lain, Kabid Layanan Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi Dispersip Tabalong, Subhan menjelaskan bahwa pihaknya kembali menambah koleksi buku melalui PT Gramedia Asri tahun anggaran 2025.
Penambahan koleksi buku ini setidaknya kurang lebih ada sekitar 4.000 eksemplar yang terdiri dari berbagai macam judul buku baik fiksi maupun nonfiksi.
“Harapan kami koleksi buku yang ada bisa membantu masyarakat untuk mencari referensi ilmu pengetahuan dan menambah wawasan,” jelasnya.
Subhan juga mengungkapkan bahwa penambahan koleksi buku akan terus diperbarui setiap tahun dengan jenis buku yang lebih baru.
“Saat ini kami sudah mempunyai koleksi buku cetak sekitar 72.234,” ungkapnya.
Diketahui, buku digital pada tahun ini akan disebarluaskan melalui tugu titik baca dan aplikasi e-Pusda sebanyak 1.681 dalam rangka mendukung program prioritas Tabalong Smart. (sah)






