Puluhan Santri Pondok Pesantren Terima Beasiswa Program Satu Desa Satu Dai dari Pemkab Tabalong

Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani secara simbolis menyerahkan beasiswa program Satu Desa Satu Dai ke perwakilan pondok pesanteran (foto: sah/sekata.id)

 

sekata.id, TANJUNG – Puluhan santri dari delapan pondok pesantren menerima beasiswa program Satu Desa Satu Dai dari Pemerintah Kabupaten Tabalong di Balai Dandung Suchrowardi, Rabu (17/06/2026).

Bacaan Lainnya

Beasiswa program Satu Desa Satu Dai Triwulan II 2026 langsung diserahkan Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani kepada perwakilan pimpinan Ponpes.

Kabag kesra Setda Tabalong, H Hamrani mengatakan, program prioritas Tabalong Smart yaitu Satu Desa Satu Dai terdiri dari 121 desa dan 10 kelurahan dengan total 131.

“Program ini untuk memperkuat syiar Islam, moral dan nilai spiritual masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan, delapan ponpes yang sudah menjalin kerja sama ini dalam mendukung program Satu Desa Satu Dai di antaranya Ponpes Anwarul Hasaniyyah sebanyak 6 orang, Ponpes Bahaul Iman sebanyak 3 orang, Ponpes Khairul Waritsin sebanyak 10 orang.

Kemudian, Ponpes Miftahul Ulum sebanyak 10 orang, Ponpes Nurul Musthofa sebanyak 21 orang, Ponpes Teknologi Pertanian Al-Islam sebanyak 9 orang, Ponpes Raudhatul Thalibin sebanyak 3 orang dan Ponpes Ribat Al Ilmi Al Abawy As Syar Ey sebanyak 22 orang.

“Jadi pada tahun 2026 ini, jumlah santri penerima beasiswa ada sebanyak ada 84 santri yang tercatat sebanyak 84 orang, dengan rincian, kelas 10 sebanyak 39 orang, kelas 11 sebanyak 30 orang, dan kelas 12 sebanyak 15 orang,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengapresiasi Kemenag Tabalong dan pimpinan pondok pesantren yang turut mendukung program Tabalong Smart.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada Kepala Kemenag yang juga mendukung program-program kami, pimpinan pondok pesantren untuk memastikan Tabalong yang religius,” ucapnya.

Dijelaskannya, program Satu Desa Satu Dai ini sudah tertuang dalam RPJMD sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Tabalong Smart.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat pembangunan di bidang keagamaan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki ilmu, akhlak dan kepedulian terhadap masyarakat.

Program ini juga memberikan kesempatan kepada putra-putri Tabalong untuk memperdalam ilmu agama melalui pendidikan di pondok pesantren.

“Harapannya, mereka kelak dapat menjadi da’i yang mampu memberikan pembinaan, pencerahan, dan teladan bagi masyarakat di desa-desa,” jelas sosok yang akrab disapa H Fani ini.

Terakhir, ia juga berpesan kepada santri penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, belajar sungguh-sungguh, jaga disiplin, hormat pada para guru dan pengasuh pesantren, serta terus meningkatkan kemampuan dan pemahaman keagamaan.

“Jadikan beasiswa ini sebagai amanah yang harus dijaga dengan prestasi dan kesungguhan dalam menuntut ilmu,” tutupnya. (sah)

Pos terkait